Kita jatuh hati sambil minum kopi

Duduk di teras depan, memutar musik

Tersipu malu digoda langit malam tak berawan
Seolah garis wajahnya tergambar jelas di atas sana

Sok paling tahu bentuk hati kita
Sok paling mengerti cara menemuinya

Tapi jatuh hati tetaplah jatuh hati
Meski berulang kali mempertanyakan perasaannya
Meski setengah mati penasaran dibuatnya

Kita tetap tidak butuh jawaban.
Saat ini.

Entahlah esok lusa saat waktu sudah sampai
Mungkin Tuhan sendiri yang tak sabar hendak mengabari
Bahkan saat kita belum sempat menyadari
Berapa kali cangkir kopi itu dicuci

By Ridha Noor Amalia

Halo! Semoga kamu suka tulisan saya. Jangan lupa share, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!